Penulis : Suradi-Baitul Hikmah BSD
Menyimak judul tulisan ini membuat penasaran. Hal ini beralasan karena masih termasuk langka atau jarang masjid yang menggelar kajian Subuh spesial dengan judul Bahaya Paparan Konten LGBT di Media Sosial. Apalagi narasumbernya punya jam terbang di bidang jurnalis sehingga semakin memperkuat data dan atau informasi kekinian yang menjustifikasi realita dan fenomena yang terjadi saat ini.
Momentum perubahan. Acara kajian Subuh spesial ini pada dimensi waktu juga memiliki esensi spesial karena diselenggarakan pada 1 Muharram 1448H bertepatan dengan 16 Juni 2026 yang merupakan hari libur tahun baru Islam. Sebagai pemateri atau narasumber adalah Ustadz Dr. Makroen Sanjaya, M.Sos yang banyak berpengalaman di bidang media sosial di era digital saat ini. Acara spesial ini digelar di ruang utama masjid Baitul Hikmah BSD yang berlokasi di Jl. Batam BSD Nusaloka Sektor XIV.5. Masjid Baitul Hikmah BSD menjadi masjid ikonik terutama dengan pesantren Markaz Hadits nya yang para santrinya adalah para penghafal Al Quran.
Hadir dalam acara ini para jamaah Subuh masjid Baitul Hikmah BSD yang meliputi para orang tua, dewasa dan juga para santri pesantren Markaz Hadits. Metodologi penyampaian materi dilakukan secara interaktif dan komunikatif. Diawali dengan penyajian materi oleh narasumber.
Approach. Beberapa petunjuk yang tertuang dalam Al Quran
“Maka, mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur ketika matahari terbit. Maka, Kami menjungkirbalikkan (negeri itu) dan Kami menghujani mereka dengan tanah yang membatu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang memperhatikan (dengan saksama) tanda-tanda (itu). Sesungguhnya (negeri) itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang mukmin.” (QS Al Hijr 15 : 73-77)
“Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (QS Ar Rum 30 : 21)
Deployment. Mencermati sisi gelap media sosial antara lain membuat bodoh, anti sosial, memicu egoisme dan isolasi diri, sakit mental dan mengikis ingatan. Beberapa trik dan tips melalui 5 tahap : ketahui, pahami, analisis, evaluasi dan ditiru. Hal ini bisa dilakukan secara komunal melalui institusi agama dan pendidikan yang dilakukan secara proaktif dan lebih mengutamakan preventice action.
Learning. Rasa optimisme diaktualisasikan dengan memperbanyak menghadiri majlis ilmu terutama yang terkait kajian kontektual yang mencermati kondisi aktual atau kekinian yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Integration. Dalam berjuang memproteksi dan mengedukasi bahaya paparan konten LGBT di media sosial tidak berdiri sendiri namun bergerak secara sistematis dan kolaboratif melalui forum antar masjid secara istiqomah dan berkelanjutan.
Di penghujung acara ini dibuka acara tanya jawab. Dengan antusias ada beberapa jamaah yang bertanya yang terkait dengan peran masjid, orang tua dan institusional secara formal dalam memproteksi dan mengedukasi agar terhindar oleh bahaya paparan konten LGBT. Usai tanya jawab maka ditutup dengan doa bersama semoga kita semua dapat melakukan tindakan pencegahan dan antisipasi terhadap bahaya paparan konten bahaya LGBT di media sosial.
Penutup. Mencegah paparan bahaya LGBT di media sosial gunakan tangan selagi punya otoritas, gunakan lisan untuk berbagi selagi punya ilmu yang Allah anugerahkan dan dengan hati serta berdoa untuk keselamatan kita di dunia dan akherat.

