YKMN dan DKM Baitul Hikmah BSD hadiri : Wisuda Huffadzul Qur’an dan Tasyakuran Santri Kelas Akhir Pesantren Makaz Hadits

Penulis : Suradi, SE, MM, CPS-YKMN-Baitul Hikmah BSD

Islamic Center Tangerang Selatan Baiturachmi. Pada Sabtu, 12 Muharram 1448 H / 27 Juni 2026 sejak pagi pk 08.00 Wib sudah mulai berdatangan para peserta, tamu undangan dan panitia memasuki aula Islamic Center Baiturachmi Tangerang Selatan yang berlokasi di BSD City Tangerang Selatan, Banten. Penyelenggaraan wisuda santri secara terpadu untuk tingkat tsanawiyah di BSD dan tingkat Aliyah di Legok Kabupaten Tangerang ini untuk kedua kalinya. Tahun lalu (2025) diselenggarakan di Kampus Universitas Pamulang Tangerang Selatan. Acara ini diberi judul Wisuda Huffadzul Qur’an dan Tasyakuran Santri Kelas Akhir Pesantren Makaz Hadits. Angkatan 11 Tsanawiyah dan Angkatan 5 Aliyah Pesantren Markaz Hadits Bilal bin Rabah.

Berpadunya Ulama dan Umara. Hadir pada acara para ulama antara lain Ustadz Dr. Daud Rasyid, Ustadz Muhammad Aniq, Lc, MPd, Ustadz M. Suud, dan para asatidz pesantren Markaz Hadits. Hadir para umara perwakilan Kantor Kemenag Tangerang Selatan, Kelurahan Rawa Mekar Jaya, Ketua Umum Yayasan Keluarga Muslim Nusaloka-YKMN (Eddie R. Darajat) dan Ketua I YKMN (Suradi), Dewan Pembina YKMN (M. Taslim), Ketua Umum DKM Baitul Hikmah BSD (Rinaldi Agusyana) dan pengurus DKM Baitul Hikmah BSD, Ketua dan pengurus Yayasan Bilal bin Rabah Markaz Hadits, para orang tua atau wali santri wisudawan, panitia pelaksana, para santri wisudawan dan hadirin lainnya.

Acara dimulai dengan pembawa acara (MC) terdiri 3 anak santri dengan berbahasa Indonesia, bahasa Inggris dan berbahasa Arab. Untuk menambah rasa khusyu dan khitmat acara dilanjutkan dengan tilawah Al Quran dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Beberapa sambutan menghiasi rangkaian acara wisuda ini dengan diawali Pembina Yayasan Bilal bin Rabah Markaz Hadits, Wali Santri, Ketua DKM Baitul Hikmah BSD, Ketua Yayasan Keluarga Muslim Nusaloka (YKMN), Kelurahan Rawa Mekar Jaya, Kementerian Agama kotaTangerang Selatan, sambutan wakil wisudawan dalam 3 bahasa dan orasi ilmiah.

Pesan moral dan spiritual. Secara umum beberapa sambutan para ulama dan umara menyampaikan pesan moral dan spiritual yang mendalam baik kepada para santri wisudawan, para orang tua atau wali santri dan para hadirin pada umumnya. Jadilah insan yang berilmu dan berakhlaq mulia. Teruslah belajar dan kembangkan diri. Apresiasi para pihak yang turut membantu pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa. Solusi krisis moral, kehilangan arag dan kegelisahan tidak cukup dengan kecerdasan intelektual saja namun yang lebih utama adalah kecerdasan spiritual. Al Quran menjadi kompas peradaban dan cahaya kehidupan. Di penghujung orasi ilmiah, narasumber menegaskan bahwa bagaimana menyikapi Al Quran adalah karena Allah.

Profil dan performansi santri. Sekilas profil santri wisudawan bahwa Jumlah wisudawan 46 santri, terdiri dari 21 santri Tsanawiyah, 25 santri Aliyah. Kategori Tsanawiyah : Mumtaz 4 santri, ⁠Jayyid Jiddan 8 santri, ⁠Jayyid 5 santri dan ⁠Maqbul 4 santri. Kategori Aliyah “ Mumtaz 5 santri, ⁠Jayyid Jiddan 6 santri, ⁠Jayyid 8 santri dan ⁠Maqbul 6 santri.

Alhamdulillah secara jumlah wisudawan tahun 2026 ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu (2025 sebanyak 42 santri wisudawan). Selain itu jumlah wisudawan Aliyah yang mengabdi lebih banyak sebarannya. Tahun ini ada permintaan tambahan santri mengabdi dari Aceh, Bengkulu dan Ciamis. Asal santri yang paling jauh berasal dari Poso Sulawesi Tengah, Tanjung Balai Sumatera Utara, Padang, Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur, Bone Sulawesi Selatan, Ambon Maluku, Pekanbaru Riau, Sumbawa Nusa Tenggara Barat, Sambas Kalimantan Barat, Nias Sumatera Utara dan Gunung Sitoli Sumatera Utara.

Mereka para peraih predikat Mumtaz. Kategori Mumtaz tingkat Tsanawiyah terdapat 4 Santri yaitu Abdan Syakuro bin Diding Sachrudin, Tangerang, Banten, Zaky Athaya Ramadhan bin Ucu Samsu, Bogor, Jawa Barat, Falahuddin Adzka bin Muhammad Saefullah, Brebes, Jawa Tengah dan Rosyid Abdillah bin Muhammad Su'ud, Pati, Jawa Tengah. Sedangkan untuk kategori Mumtaz tingkat Aliyah ada 5 santri yaitu Ubaid Alfaruq bin Hadirman, Bone, Sulawesi Selatan, Muhammad Fajri Nibras bin Eri Irawan, Jakarta, DKI Jakarta, Muhammad Rizki Abdou El-Khaliq bin Muhammad, Bekasi, Jawa Barat, Haidar Farruq bin Yuce Supratman Ahmad, Poso, Sulawesi Tengah dan Saiful Ihsan bin Hasiman Arif, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Sungguh indah sekuntum bunga melati,
Warnanya putih menawan hati.
YKMN dan Baitul Hikmah terus berkolaborasi,
Markaz Hadits generasi Qur’ani.