Dzulhijjah: Hari-Hari Terbaik untuk Beribadah
Penceramah: K.H. Dr. Pahruroji M Bukhori, MA
Sabtu, 23 Mei 2026
Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah & Fikih Idul Adha
1. Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ
“Tidak ada hari-hari di mana amal shalih lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini (10 hari pertama Dzulhijjah).”Para sahabat bertanya:
وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟
“Tidak juga jihad di jalan Allah?”
Beliau menjawab:
وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ، ثُمَّ لَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ
“Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan jiwa dan hartanya lalu tidak kembali sedikit pun.”
(HR. Bukhari) Hadits ini menunjukkan bahwa amal shalih pada 10 hari pertama Dzulhijjah memiliki keutamaan yang sangat besar, bahkan melebihi jihad, kecuali jihad yang berakhir dengan syahid dan seluruh hartanya dikorbankan di jalan Allah.
2. Bulan-Bulan Haram
Dalam Islam terdapat 4 bulan haram (الأشهر الحرم) yang dimuliakan dan pada masa dahulu peperangan dihentikan:
Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, Rajab Allah ﷻ berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ... مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ
“Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah ada dua belas bulan… di antaranya ada empat bulan haram.”
(QS. At-Taubah: 36)
3. Allah Bersumpah dengan 10 Hari Dzulhijjah, Allah ﷻ berfirman dalam Surah Al-Fajr:
وَالْفَجْرِ وَلَيَالٍ عَشْرٍ
“Demi fajar, dan demi malam yang sepuluh.”
(QS. Al-Fajr: 1–2) Mayoritas ulama tafsir menjelaskan bahwa “malam yang sepuluh” adalah 10 hari pertama Dzulhijjah.
4. Puasa Dzulhijjah dan Puasa Arafah
Disunnahkan memperbanyak puasa pada tanggal 1–9 Dzulhijjah bagi yang tidak berhaji. Yang paling utama adalah puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Rasulullah ﷺ bersabda:
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ
“Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.”(HR. Muslim)
5. Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail
Nabi Ibrahim bermimpi diperintahkan menyembelih putranya, Nabi Ismail. Allah ﷻ berfirman:
فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلَامٍ حَلِيمٍ “Maka Kami beri kabar gembira dengan seorang anak yang penyantun (ḥalīm).” (QS. As-Saffat: 101) Ketika Nabi Ibrahim menyampaikan mimpinya, Nabi Ismail berkata:
يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ
“Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. InsyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”
(QS. As-Saffat: 102) Adapun Nabi Ishaq disebut:
وَبَشَّرُوهُ بِغُلَامٍ عَلِيمٍ “Dan mereka memberi kabar gembira dengan seorang anak yang alim (berilmu).”(QS. Adz-Dzariyat: 28)
6. Idul Adha dan Udhiyah
Tanggal 10 Dzulhijjah adalah hari raya Eid al-Adha, yang disyariatkan shalat Id dan penyembelihan hewan qurban (udhiyah).Orang yang berqurban disebut: مُضَحِّي (mudhahhī) Hewan qurban disebut: أُضْحِيَّة (udhiyah) Allah ﷻ berfirman: فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ "Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah.”(QS. Al-Kautsar: 2)
Fikih Shalat Idul Adha 7. Adab dan Tata Cara Shalat Id
Beberapa sunnah shalat Id:
♡ Disunnahkan mandi sebelum shalat Id
♡ Tidak ada adzan dan iqamah
♡ Shalat didahulukan sebelum khutbah
Dari Abdullah ibn Umar:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ كَانَ يُصَلِّي يَوْمَ الْفِطْرِ وَالْأَضْحَى ثُمَّ يَخْطُبُ بَعْدَ الصَّلَاةِ
“Rasulullah ﷺ melaksanakan shalat Idul Fitri dan Idul Adha, kemudian berkhutbah setelah shalat.”
(HR. Bukhari dan Muslim) Dan dari Jabir ibn Abd Allah: بِغَيْرِ أَذَانٍ وَلَا إِقَامَةٍ “Tanpa adzan dan tanpa iqamah.” (HR. Muslim)
8. Surat yang Dibaca dalam Shalat Id Rasulullah ﷺ biasa membaca:
♤ Rakaat pertama: Surah Al-A'la
♤ Rakaat kedua: Surah Al-Ghashiyah
Dalam riwayat lain beliau juga membaca: Surah Qaf, Surah Al-Qamar, Namun imam perlu melihat kondisi jamaah dan menyesuaikan bacaan agar tidak memberatkan.
9. Jumlah Takbir dalam Shalat Id
Mazhab Maliki
Menurut Malik ibn Anas:
♧ Rakaat pertama: 7 takbir termasuk takbiratul ihram
♧ Rakaat kedua: 5 takbir termasuk takbir berdiri
Mazhab Syafi’i Menurut Al-Shafi‘i:
♧ Rakaat pertama: 7 takbir tambahan selain takbiratul ihram
♧ Rakaat kedua: 5 takbir tambahan selain takbir berdiri Dalilnya:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ كَبَّرَ فِي الْعِيدِ سَبْعًا فِي الْأُولَى وَخَمْسًا فِي الْآخِرَةِ قَبْلَ الْقِرَاءَةِ
“Rasulullah ﷺ bertakbir pada shalat Id tujuh kali pada rakaat pertama dan lima kali pada rakaat kedua sebelum membaca Al-Fatihah. (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)
10. Penutup: Lapang Dada dalam Perbedaan Fikih
Perbedaan dalam masalah fikih merupakan bagian dari khazanah ijtihad para ulama. Karena itu, hendaknya kaum muslimin bersikap bijak, saling menghormati, dan berlapang dada dalam menyikapi perbedaan. Sebagaimana sifat Nabi Ismail: غُلَامٍ حَلِيمٍ “Seorang anak yang penyantun dan berlapang dada.” Semoga Allah ﷻ memberikan kepada kita ilmu yang bermanfaat, amal yang diterima, dan hati yang lembut dalam menjaga ukhuwah Islamiyah. Aamiin
