Risalah Kajian Subuh Akhir Pekan
Mesjid Baitul Hikmah Sabtu, 30 Mei 2026
Penceramah: Ustadz Ihsan Tanjung
Tema: Mewaspadai Eskalasi Fitnah Akhir Zaman
Menuju Puncak Fitnah
1. Puncak Fitnah: Fitnah Ad-Dajjal
Fitnah dalam Al-Qur'an
berarti ujian, baik berupa kesulitan maupun kenikmatan. Fitnah akhir zaman akan
terus meningkat hingga mencapai puncaknya, yaitu fitnah Ad-Dajjal.
Rasulullah ﷺ
menegaskan bahwa tidak ada fitnah yang lebih besar sejak penciptaan Nabi Adam
hingga Hari Kiamat selain fitnah Ad-Dajjal.
Karena itu seluruh nabi telah
memperingatkan umatnya tentang bahaya fitnah ini.
Sebelum muncul Dajjal besar,
akan bermunculan dujjal-dujjal kecil, yaitu para pendusta dan penyesat yang
mempersiapkan manusia untuk menerima kesesatan yang lebih besar.
Jangan
meremehkan fitnah kecil, karena ia merupakan bagian dari rangkaian menuju fitnah
yang lebih besar.
2. Eskalasi Fitnah Akhir Zaman
Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa
menjelang akhir zaman akan datang tahun-tahun penuh penipuan:
Orang jujur
dianggap pendusta. Pendusta dipercaya.
Orang amanah dianggap pengkhianat.
Pengkhianat dipercaya.
Orang yang tidak layak berbicara tentang urusan umat
justru menjadi rujukan.
Inilah yang disebut fenomena Ar-Ruwaibidhah, yaitu orang
yang tidak memiliki kapasitas tetapi berbicara dan mempengaruhi urusan publik.
Fitnah semakin berat hingga seseorang dapat menjual agamanya demi keuntungan
dunia.
*Seorang muslim harus memiliki ilmu, kehati-hatian, dan tidak mudah
terpengaruh oleh opini mayoritas atau popularitas seseorang.
3. Dosa Nawaaqidh
Al-Iman (Pembatal Keimanan)
Salah satu fitnah terbesar adalah hilangnya iman.
Nawaaqidh Al-Iman adalah perkara-perkara yang dapat membatalkan keislaman
seseorang, meskipun sebelumnya ia mengaku muslim.
Di antara contohnya:
Syirik
kepada Allah.
Mengolok-olok agama.
Mengingkari ajaran Islam yang sudah pasti.
Meyakini bahwa semua agama sama-sama benar di sisi Allah.
Kita diingatkan bahwa
musibah terbesar bukan kehilangan harta atau jabatan, tetapi kehilangan iman.
Karena itu Rasulullah ﷺ mengajarkan doa:اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا
فِي دِينِنَا "Ya Allah, jangan jadikan musibah kami dalam urusan agama kami."
Jagalah aqidah dan tauhid lebih dari menjaga urusan dunia.
4. Kaum Beriman Tidak
Mengalami Kiamat
Di antara rahmat Allah kepada orang beriman adalah bahwa mereka
tidak akan menyaksikan kedahsyatan Hari Kiamat.
Menjelang kiamat, Allah
mengirimkan angin yang lembut dan harum yang akan mewafatkan setiap mukmin yang
masih memiliki iman walaupun hanya sebesar biji sawi. Setelah itu yang tersisa
hanyalah manusia-manusia paling buruk, dan atas merekalah Hari Kiamat terjadi.
Pelajaran: Kematian dalam keadaan beriman merupakan karunia besar dari Allah dan
lebih berharga daripada panjang umur tanpa iman.
5. Tiga Tanda Besar Kiamat
Tiga
tanda besar yang apabila telah muncul maka pintu keimanan dan taubat tidak lagi
bermanfaat bagi yang sebelumnya belum beriman:
*Munculnya Ad-Dajjal.
*Terbitnya
matahari dari barat.
*Keluarnya Dabbatul Ard.
6. Para Imam yang Menyesatkan
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa ada sesuatu yang lebih beliau khawatirkan atas
umatnya selain Dajjal, yaitu para imam atau pemimpin yang menyesatkan.
Ada dua
jenis pemimpin dan ulama:
Pemimpin dan Ulama yang Memberi Petunjuk Takut kepada
Allah. Mengikuti Al-Qur'an dan Sunnah. Mengajak kepada tauhid dan ketaatan.
Pemimpin dan Ulama yang Sesat dan Menyesatkan Mengikuti hawa nafsu. Mencintai
dunia. Menyembunyikan atau memutarbalikkan kebenaran. Menyesatkan para
pengikutnya.
Pada Hari Kiamat, para pengikut pemimpin yang sesat akan menyesal
karena dahulu mengikuti tokoh tanpa mengikuti petunjuk Allah dan Rasul-Nya.
*Ukuran kebenaran bukanlah siapa yang berbicara, tetapi apakah sesuai dengan
Al-Qur'an dan Sunnah.
7. Ketajaman Mata Hati Kaum Beriman
Benteng utama
menghadapi seluruh fitnah adalah iman dan tauhid yang kuat.
Rasulullah ﷺ
bersabda bahwa di antara kedua mata Dajjal tertulis kata "Kafir", yang dapat
dibaca oleh setiap mukmin, baik yang bisa membaca maupun yang tidak bisa
membaca.
Ini menunjukkan bahwa yang menyelamatkan manusia bukan sekadar
kecerdasan atau pendidikan, tetapi bashirah (mata hati) yang diberikan Allah
kepada orang beriman.
Kajian ditutup dengan konsep tauhid: Love – Obedience –
Fear
*Tidak ada yang lebih dicintai daripada Allah.
*Tidak ada yang lebih ditaati
daripada Allah.
*Tidak ada yang lebih ditakuti daripada Allah.
Ketika tauhid
tertanam kuat, seorang mukmin akan mampu mengenali kebenaran dan kesesatan
meskipun fitnah akhir zaman semakin berat.
Pelajaran:
Kunci keselamatan
menghadapi seluruh fitnah hingga puncak fitnah Ad-Dajjal adalah memperkuat iman,
memurnikan tauhid, dan memohon keteguhan hati kepada Allah.
Kesimpulan
Fitnah
akhir zaman akan terus meningkat hingga mencapai puncaknya, yaitu fitnah
Ad-Dajjal.
Dalam menghadapi seluruh rangkaian fitnah tersebut, bekal terpenting
bukanlah kecerdasan, kekuatan, atau banyaknya informasi, melainkan iman yang
kokoh, tauhid yang murni, ilmu yang benar, serta ketajaman mata hati yang
dibimbing oleh Allah SWT.
