Penulis : Suradi-Baitul Hikmah BSD
Membuka album 17 Januari 2015 sebelas tahun lalu. Alhamdulillah kita masih dipertemukan kembali pada hari ini Sabtu tepatnya 17 Januari 2026 dengan 2 nikmat utama karunia Allah yaitu nikmat iman dan nikmat Islam serta dua nikmat yang sering manusia lalaikan yaitu nikmat sehat dan nikmat kesempatan. Angka 17 sangat dikenal setiap tahunnya oleh kebanyakan orang terutama pada setiap bulan Agustus bahwa 17 Agustus yang menjadi Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia. Berbeda dengan 17 Januari, hanya sebagian atau sedikit orang memiliki catatan histori dan memori pada 17 Januari tersebut. Ada yang bertepatan dengan milad kelahirannya atau anggota keluarga yang dicintainya. Ada yang mengenangnya peristiwa penting di perusahaannya atau di komunitasnya. Bagi BAZNAS ternyata 17 Januari adalah HUT Badan Amil Zakat Nasional disingkat BAZNAS. Namun ada juga yang mengganggap 17 Januari itu biasa-biasa saja dengan aktivitas harian yang digelutinya.
Namun bagi kita sebagai pemakmur masjid Baitul Hikmah, bagi pengemban amanah Yayasan Keluarga Muslim Nusaloka (YKMN), bagi aktivis Forum Masjid dan Musholla BSD dan sekitarnya (FMMB) dan para donatur dan relawan Baitul Yatim memiliki kesan dan pesan tersendiri tentang 17 Januari tersebut. Karena pada 17 Januari 2015 tepatnya Sabtu pagi bertepatan dengan acara bersejarah, monumental dan mulia untuk kemaslahatan umat serta legacy bagi YKMN dan DKM Baitul Hikmah karena pada saat itu dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Baitul Yatim.
Pendekatan secara geografis. Serpong adalah nama kecamatan administratif di Tangerang Selatan dan BSD (Bumi Serpong Damai) adalah nama kota mandiri terencana yang sebagian besar wilayahnya berada di dalam Kecamatan Serpong, menjadi bagian dari kawasan yang lebih besar yang mencakup perumahan elit dan pusat bisnis seperti BSD City, Summarecon Serpong, dan Alam Sutera. Jadi, BSD adalah sebuah kota dalam kota, sementara Serpong adalah nama wilayah administratif yang lebih luas.
Terdapat beberapa keunggulan bila kamu ingin tinggal di Serpong. Di antaranya adalah, akses lokasi yang mudah dari berbagai penjuru, fasilitas yang lengkap, memiliki banyak pusat bisnis ternama, serta nilai properti yang naik setiap tahunnya. Serpong memiliki perumahan elite bernama BSD City. Selain itu ada pula banyak apartemen dengan berbagai pilihan harga. Mengingat bahwa lokasinya yang dekat pusat bisnis, wajar bila banyak milenial yang ingin tinggal di Serpong.
BSD Serpong merujuk pada kawasan terintegrasi Bumi Serpong Damai (BSD City), sebuah kota mandiri modern di Tangerang Selatan yang mencakup perumahan, bisnis, pendidikan, dan hiburan, dikembangkan oleh Sinar Mas Land. Serpong sendiri adalah nama kecamatan tempat BSD berada, menjadikannya pusat pengembangan ekonomi dengan fasilitas lengkap seperti mal, convention center (ICE BSD), hingga kawasan hijau.
Disadari dengan semakin meningkatnya kesadaran beragama di kalangan ummat secara luas, khususnya di kalangan masyarakat madani, terutama yang telah memiliki tradisi pembelajaran keilmuan agama dan kecerdasan sosial yang kuat menjadikan semakin meningkatnya kegiatan keberagamaan di masjid dan mushalla yang melibatkan warga muslim di BSD Serpong dan sekitarnya, bahkan dengan indikator bermunculan masjid-mushalla baru di beberapa lokasi, sungguh sebagai kondisi yang patut disyukuri.
Pertumbuhan dan perkembangan aktivitas dan pendirian masjid dan mushalla di BSD Serpong dan sekitarnya yang demikian pesat, menumbuhkan keinginan untuk mempererat silaturahmi antar pengurus DKM masjid dan mushalla dalam rangka ukhuwah Islamiyah, melalui sebuah wadah forum masjid dan mushalla BSD Serpong dan sekitarnya.
FMMB merupakan lembaga keagamaan dan sosial yang didirikan pada 24 Pebruari 2007 di BSD Serpong, Tangerang Selatan, dengan dilandasi semangat “Silaturahmi, Sharing dan Sinergi” dalam menggalang silaturahmi, kebersamaan dan kerukunan ummat muslim. Sehingga keberadaan masjid dan mushala dengan potensi dan kegiatan masing-masing dapat terintegrasi secara sinergis sekaligus sebagai wadah untuk saling berbagi (‘sharing’) permasalahan ummat yang dihadapi. Peluncuran secara resmi ditandai dengan momen kegiatan “Tabligh Akbar dan Gerak Jalan FMMB” di Masjid AL-HAKIM BSD pada tanggal 1 April 2007.
Masjid Baitul Hikmah BSD sebagai anggota FMMB secara teritori berada di wilayah tengah di urutan nomor 16. Masjid Baitul Hikmah adalah masjid yang terletak di JL Batam Sektor XIV Nusa Loka BSD City. Pada perkembangannya alhamdulillah didukung oleh YKMN, Masjid Baitul Hikmah memiliki area dakwah lain yaitu Pendidikan ( TPQ Baitul Hikmah, Taman Kanak kanak Bait Qur’any) dan juga Baitul Yatim (sekolah Kuttab Bait Qur’any dan pesantren pengjafal Quran Markaz Hadits Bilal bin Rabah).
Salah satu upaya untuk mewujudkan ukhuwah Islamiyah tersebut dan kehadirannya dapat memberikan manfaat serta kemaslahatan umat, adalah dengan membangun gedung Baitul Yatim yang dapat menampung serta memfasilitasi anak-anak khususnya santriwan penghafal Al Quran dan pemakmur masjid lainnya.
Bermula dari tanah waqaf. Menyadari bahwa proses pembangunan gedung Baitul Yatim ini membutuhkan biaya, waktu, tenaga dan pemikiran serta dan sumber daya lainnya. Dukungan dan kontribusi apapun yang diberikan dengan niat tulus dan ikhlas untuk mencari ridho Allah sangat berarti dalam menyiapkan suatu bangunan yang meenampung dan memfasilitasi pada kader umat Islam di Baitul Yatim yang mandiri, berkarakter dan profesional.
Hujjah sebagai petunjuk. “Sesungguhnya hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah. Maka merekalah orang-orang yang diharapkan. Termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (Surat At-Taubah QS 9 : 1-3).
“Tahukan kamu (orang) yang mendustkan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim. Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin”. Selain itu menyediakan asrama yatim dan fasilitas penunjangnya dalam rangka memakmurkan masjid (QS. 9:18) dan memuliakan anak yatim (Surat Al-Ma’un QS 107 : 1-3).
Juga untuk menunjang dan mewujudkan motto “BSD Kota Santri. Baitul Hikmah Semakin Berarti” dan Tangerang Selatan CMoR (Cerdas-Modern-Religius). Lebih mensinergikan FMMB (Forum Masjid Musholla BSD & sekitarnya) dengan Masjid Baitul Hikmah, Yayasan Keluarga Muslim Nusaloka BSD dan institusi yang lain.
Proses Pembangunan. Proses penyelesaian pembangunan Baitul Yatim melalui tahapan sebagai berikut : Akuisisi lahan dari PT. Bumi Serpong Damai, Proses persiapan lahan / prakonstruksi bangunan, Proses pekerjaan finishing bangunan, Proses bangunan penunjang, Proses bangunan interior. Proses pembangunan gedung Baitul Yatim ini diawali dengan kegiatan peletakan batu pertama oleh Wakil Wali Kota Pemkot Tangerang Selatan Bapak Benyamin Davni dan Ustadz KH. M. Arifin Ilham pada Sabtu, 17 Januari 2015.
Formula 1-5-27-33-40. Sebuah deretan angka yang memberikan makna atas kontribusi dalam pembangunan Gedung Baitul Yatim yang pada saat itu 1 orang (Suradi) mengemban amanah sebagai Ketua Panitia Pelaksana Pembangunan Gedung Baitul Yatim.
Mereka adalah 5 orang contact person yang siap melayani para donatur, para jamaah dan atau pihak yang berkepentingan selama prosesi pembangunan Gedung Baitul Yatim.
Ada lagi sebanyak 27 orang panitia pelaksana yang saling bahu membahu dan bekerja sama untuk mewujudkan impian menjadi kenyataan “Dari Ilalang ke Bangunan Menjulang”.
Ditambah lagi dengan 33 orang pembina yang namanya tertulis di sebagian prasasti dan media lainnya yang mendukung, yang memberikan sipirit dan motivasi dan memberikan akses membangun sebuah ekosistem di tingkat entitas mengaktualisasikan AIDA (Awareness : kesadaran bersama turut mendukung pembangunan Gedung Baitul Yatim, Interest : menumbuhkan rasa ketertarikan berkontribusi pembangunan Gedung Baitul Yatim, Desire : keinginan mewujudkan kesadaran dan ketertarikan tersebut dan Action : mewujudkan niat mulia dengan beramaliyah apapun bentuknya dalam prosesi pembangunan Gedung Baitul Yatim ini.
Kemudian angka 40 adalah 40 orang relawan yang berjuang di garda terdepan terutama dalam melakukan penggalangan dana pembangunan Gedung Baitul Yatim dengan semangat dan jiwa optimis melakukan pendekatan ke para donatur baik secara personal maupun komunal atau kelembagaan. Setelah angka 40 ini tentu saja berlanjut angka yang lebih besar lagi adalah mereka yang menjadi donatur pembangunan Gedung Baitul Yatim.
Pemanfaatan Gedung Baitul Yatim. Systems make it possible, people make it happen. Perjalanan dan perjuangan panjang DKM Baitul Hikmah menjadi center of education dimulai dengan kegiatan TPA masjid Baitul Hikmah. Kemudian dikembangkan berkolaborasi dengan Bait Qurany (BQ) dengan kegiatan RA Bait Qurany dan Kuttab Bait Qurany (setingkat SD). Sedangkan untuk tingkat SLTP bekerjasama dengan Yayasan Bilal Bin Rabah dengan kegiatan pesantren Markaz Hadits yang mengkaderkan para penghafal Qur’an (hafidz). Secara umum dapat diskemakan dalam untaian narasi yang merefleksikan From education to character.
Lebih kenal dan lebih dekat dengan Kuttab Bait Qur’any Gedung Baitul Yatim BSD. Bait Qur’any (BQ) bermakna rumah Al-Qur’an. Rumah yang didalamnya ada Al-Qur’an dan diwarnai dengan cahaya al-Qur’an. Setiap anggota keluarga bisa mendapatkan cahaya itu, yang kelak akan menerangi kehidupannya. Di rumah tersebut, Al-Qur’an bukan sekedar menjadi bacaan, namun menjadi pedoman dan petunjuk dalam menjalani setiap perbuatan dalam kehidupan. Kuttab Bait Qur’any digagas dengan spirit dasar meneladani model pendidikan yang diterapkan Rasulullah Saw dalam mempersiapkan generasi pemimpin peradaban. Yaitu generasi yang memahami aturan-aturan Allah Swt, dengan penuh kerelaan menjalani ketakwaan kepada Allah Swt, dan memahami cara memimpin manusia dan alam semesta di muka bumi ini sesuai dengan aturan Allah Swt.
Sebagai landasan ‘3 Pilar Dasar’ pembelajaran di Kuttab Bait Qur’any, yaitu: pilar Tsaqofah, pilar Syakhsiyyah dan pilar Kepemimpinan. Sebagai visi Kuttab Bait Qur’any adalah Mencetak Kader Ulama Besar Yang Dapat Memimpin Umat Hidup Sesuai Dengan Syari’at. Untuk mewujudkan visi tersebut Kuttab Bait Qur’any mempunyai misi : Membekali siswa dengan kemampuan menguasai tsaqofah Islam, penguasaan terhadap sain dan teknologi dan siswa yang memiliki jiwa kepemimpinan.
Kuttab Bait Qur’any adalah lembaga Tahfidz yang mengokohkan keimanan melalui pengajaran Al-Qur’an, berdiri tahun 2015. Kuttab BQ merupakan Lembaga Pendidikan Formal setingkat Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah, yang muatan kurikulumnya 2/3 Al-qur’an - Hadits dan 1/3 pendidikan umum. Pembelajaran dimulai pukul 06.30 berakhir pukul 14.15. Agar kurikulum ini bisa selesai dengan baik selama proses perjalanannya dan bisa diberikan kebebasan fokus pada kurikulum mandiri.
Sejak awal berdirinya tahun 2015, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar berlangsung di sebuah rumah sewa dekat masjid Baitul Hikmah BSD Nusaloka dan sejak 2018 sampai saat ini menempati salah satu bangunan wakaf yang dikelola oleh Yayasan Keluarga Muslim Nusaloka (YKMN) dan DKM Baitul Hikmah BSD.
Sekolah ini untuk semua kalangan, umum, dhu’afa, yatim/piatu dengan system pembayaran bersubsidi sampai gratis, mulai usia 6 – 12 tahun. Menurut kepala sekolah ustadzah Ilmiyah Idrus, S.Ag, Gr. Bahwa alumni MI Kuttab Bait Qur’any ditargetkan hafal Al Qur’an minimal 5 Juz dengan terjemah dan tafsirnya, juga menghapal minimal 100 hadits dari kitab hadits Al Wafie/ Hadits Arbain, Bulughul Maram dan Umdatul Ahkam. Lulusan Kuttab Bait Qur’any ijazahnya adalah ijazah formal yang dikeluarkan langsung dari Madrasah Ibtidaiyah Bait Qur’any Ciputat, meskipun kurikulumnya mandiri.
Perkembangan Kuttab Bait Qur’any saat ini dapat dikatakan stabil dari segi jumlah siswa tiap kelas. Idealnya setiap kelas menampung 15 – 20 siswa, akan tetapi saat ini rata-rata tiap kelasnya 12 siswa untuk menjaga dan meningkatkan kualitas proses dan hasil pengajaran anak didik atau santri.
Lebih dekat dan lebih kenal RA Tahfidz Al Quran Bait Qur’any Baitul Hikmah BSD. RA Tahfidz Al Qur’an Bait Qur’any Baitul Hikmah BSD berlokasi di komplek masjid Baitul Hikmah. Hj. Ely Budiyanti, SE, M.Pd selaku kepala RA BQ Baitul Hikmah menjelaskan bahwa RA BQ Baitul Hikmah memiliki visi “Mencetak kader ulama besar yang dapat memimpin umat hidup sesuai syari’at.” Sebagai ikhtiar untuk menggapai visi tersebut memiliki misi : (1) Mencetak generasi hafal Qur’an juz 30 sejak dini, (2) Mencetak generasi Islam yang hafal hadits sejak dini, (3) Menguasai bahasa Arab dan mampu mengkaji kitab-kitab berliteratur Arab, (4) Menguasai tsaqofah Islam berkaitan dengan pemahaman Al Qur’am, hadits, usul fiqih sejarah peradaban Islam, (5) Pengembangan dakwah yang berjuang untuk kehidupan umat agar hidup sesuai dengan hukum syari’at. Untuk memotivasi mewujudkan visi maka RA BQ Baitul Hikmah menggaungkan tagline “Bait Qur’any lahirkan 1 juta ulama besar.”
Tentang Yayasan Keluarga Muslim Nusaloka (YKMN). Tokoh masyarakat yang mempelopori berdirinya Yayasan Keluarga Muslim adalah Bpk Ustadz. H. Muhammad Taslim, Bpk. Damanhuri Parto Atmojo (Alm), Bpk. H. Sudarmono Djoko Nugroho, Bpk. Dento Nian Gani (Alm), Bpk. Ferryanto Rasjad (Alm), Bpk, Firman, Bpk. H. Rasyid Darajat. Berdasarkan Akte Notaris Dr. Udin Narsudin, SH, MHum SK Menteri Kehakiman dan HAM RI tanggal 19 Maret 2022 Nomor : C-442 HT.03.01-TH 2022 dan Kepala Badan Pertanahan Nasionak tanggal 4 Desember 2023 Nomor 14-X.A-2023. Sebagai Pengurus YKMN periode 2023-2028 : Dewan Pembina sebagai Ketua Pembina : M. Taslim dengan anggota Sudarmono Djoko Nugroho. Ketua Umum Rasyid Darajat, sebagai Ketua I H. Suradi, SE, MM, Ketua II Yunal, Sekretaris I Sayuti, Sekretaris II Tri Gunanto, Bendahara I Endra Fitriyaldi, Bendahara II Raldi Musaran. Pengawas, sebagai Ketua Probo Subiyandono dengan anggota Nur Hakim dan M. Muslim.
Icon masjid ramah Tahfidz Al Quran. Menurut Rinaldi Agusyana selaku Ketua DKM Baitul Himah BSD pada saat ini bahwa masjid Baitul Hikmah menjadi icon masjid yang ramah Tahfidz Al Quran dan memiliki pusat edukasi anak didik sejak dini mulai TPQ Baitul Hikmah, RA BQ Baitul Hikmah, Kuttab BQ Baitul Hikmah dan pesantren Markaz Hadits. Dalam prosesnya anak didik TPQ dan BQ serta santriwan Markaz Hadits turut mewarnai dan memakmurkan masjid Baitul Hikmah sehingga menciptakan aura Islami di lingkungan masjid Baitul Hikmah.
Man Jadda Wa Jada. “Siapa yang bersungguh-sungguh, pasti berhasil” itulah pemaknaan Man Jadda Wa Jada. Pepatah ini sering dijadikan motivasi untuk mendorong semangat dalam berjuang. Pesan yang terkandung di dalamnya sangat sesuai dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya kerja keras dan usaha. Karena sejatinya dalam kehidupan ini, tidak ada yang instan. Jika ingin sukses, tentu harus berusaha dan berusaha. Kerja keras harus disertai rasa optimisme dan tidak boleh setengah hati. Dalam Islam, kerja keras dianggap sebagai bentuk ibadah, terutama jika diniatkan untuk kebaikan. Bagi siapa saja yang sedang berusaha mencapai tujuan, ingatlah bahwa usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil. Jika hasil belum terlihat, mungkin hanya tertunda. Penting untuk mengimbangi usaha dengan doa dan tawakal, karena hasil akhir ada di tangan Allah. Mari kita tanamkan semangat man jadda wa jada dalam setiap langkah. Jangan menyerah meskipun tantangan terasa berat. Setiap usaha yang kita lakukan memiliki nilai di hadapan Allah.
Sebagai catatan kecil, kilas balik ini untuk mengenang dan membangkitkan kembali perjalanan dan perjuangan panjang sebuah komitmen, dedikasi dan kebersamaan yang berkelanjutan. Ada secercah cahaya harapan, semoga kehadiran catatan kecil kilas balik 11 tahun peletakan batu pertama pembangunan gedung Baitul Yatim ini menjadi sebuah siklus PDCA, menjadi milestone, saksi sejarah, great heroes para pelakunya dan success story serta legenda & legacy bagi kita dan kesiapan generasi saat ini dan generasi penerus berikutnya.
Kerlap kerlip bintang bertaburan, hanya satu yang terlihat terang.
Mari kita rajut pikiran rapatkan barisan, terus berpadu dalam berjuang.
Buka album meniti hari, tersimpan memori kenangan lama.
Tetap dan terus berk olaborasi, wujudkan impian menjadi realita.





